<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lecture</title>
	<atom:link href="http://drajat45freeman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://drajat45freeman.wordpress.com</link>
	<description>Vespa &#38; campus</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Jun 2011 06:44:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='drajat45freeman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ef7b982d7d2d5131d1d0d3e3e499a0a1?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Lecture</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://drajat45freeman.wordpress.com/osd.xml" title="Lecture" />
	<atom:link rel='hub' href='http://drajat45freeman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>All set For Cataluna Valentino Rossi &amp; Nicky Hayden</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/06/03/all-set-for-cataluna-valentino-rossi-nicky-hayden/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/06/03/all-set-for-cataluna-valentino-rossi-nicky-hayden/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Jun 2011 06:44:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://drajat45freeman.wordpress.com/2011/06/03/all-set-for-cataluna-valentino-rossi-nicky-hayden/</guid>
		<description><![CDATA[http://blogs.bettor.com/Valentino-Rossi,-Nicky-Hayden-all-set-for-Catalunya-Grand-Prix-MotoGP-news-a73180<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=203&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blogs.bettor.com/Valentino-Rossi,-Nicky-Hayden-all-set-for-Catalunya-Grand-Prix-MotoGP-news-a73180">http://blogs.bettor.com/Valentino-Rossi,-Nicky-Hayden-all-set-for-Catalunya-Grand-Prix-MotoGP-news-a73180</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/203/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/203/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=203&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/06/03/all-set-for-cataluna-valentino-rossi-nicky-hayden/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia dan Harapan</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dan-harapan/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dan-harapan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 08:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS KULIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Harapan Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung  pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=199&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;" align="center"><strong><img class="aligncenter" title="Hope" src="http://renewedbythetruth.com/wp-content/uploads/2010/04/hope.jpg" alt="" width="588" height="300" /><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Harapan</strong></p>
<p>Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan bergantung paa pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing. <span id="more-199"></span>Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung  pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintar. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.</p>
<p>Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni ditengah suatu keluarga dan anggota masyarakat lainnya. Ada dua hal yang mendorong manusia hidup dalam pergaulan manusia lain yaitu dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.</p>
<p>Menurut Maslow sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah :</p>
<ol>
<li>kelangsugnan hidup</li>
<li>keamanan</li>
<li>hak dan kewajiban mencintai dan dicintai</li>
<li>diakui lingkungan</li>
<li>perwujudan cita-cita</li>
</ol>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kepercayaan</strong></p>
<p>Kepercayaan berasal dari kata percaya artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan focus dari segala pikiran, sikap dan perasaan. Dalam tingkah laku, perbuatan manusia selalu hati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Manusia sadar bahwa ketidak benaran dalam bertindak, berucap dapat mencemarkan atau menjatuhkan namanya.</p>
<p>Dr.  Yuyun Suriasumantri dalam bukunya filsafat ilmu mengemukakan tiga teori tentang kebenaran :</p>
<ol>
<li>teori koherensi; suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Misalnya setiap manusia pasti mati. Paul manusia. Paul pasti mati.</li>
<li>teori korespondensi’ teori yang menyatakan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung penyataan itu berkorespondesni (berhubungan dengan) obyek yagn dituju oleh pernyataan tersebut.</li>
<li>teori pragmatis’ Kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis</li>
</ol>
<p>Dasar kepercayaan adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :</p>
<ol start="1">
<li>kepercayaan pada diri sendiri</li>
<li>kepercayaan padaorang lain</li>
<li>kepercayaan pada pemerintah</li>
<li>kepercayaan pada Tuhan</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/199/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/199/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=199&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dan-harapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://renewedbythetruth.com/wp-content/uploads/2010/04/hope.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hope</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manusia dan Keadilan</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dan-keadilan/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dan-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2011 08:07:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS KULIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[  Pengertian Keadilan Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Keadilan menurut Socrates, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=196&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Human &amp; Justice" src="http://www.faqs.org/photo-dict/photofiles/list/3474/6129lady_of_justice.jpg" alt="Human &amp; Justice" width="465" height="700" /></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>Pengertian Keadilan</strong></p>
<p>Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.<span id="more-196"></span></p>
<p>Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan.</p>
<p>Keadilan menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik.</p>
<p>Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.</p>
<p>Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.</p>
<p><strong>Berbagai Macam Keadilan</strong></p>
<ol start="1">
<li>Keadilan legal atau keadilan moral</li>
</ol>
<p>Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal</p>
<ol start="2">
<li>Keadilan distributive</li>
</ol>
<p>Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).</p>
<ol start="3">
<li>Keadilan komutatif</li>
</ol>
<p>Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kejujuran</strong></p>
<p>Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.</p>
<p><strong>Kecurangan</strong></p>
<p>Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.</p>
<p><strong>Pemulihan nama baik</strong></p>
<p>Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar  namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.</p>
<p><strong>Pembalasan</strong></p>
<p>Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=196&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/19/manusia-dan-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.faqs.org/photo-dict/photofiles/list/3474/6129lady_of_justice.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Human &#38; Justice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA DAN KEBUDAYAAN</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/manusia-dan-kebudayaan/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/manusia-dan-kebudayaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 12:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS KULIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan. Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=187&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://drajat45freeman.files.wordpress.com/2011/04/wayangorang-7.jpg?w=300"><img title="Kebudayaan Daerah" src="http://drajat45freeman.files.wordpress.com/2011/04/wayangorang-7.jpg?w=400&#038;h=268" alt="" width="400" height="268" /></a><p class="wp-caption-text">Manusia Dan Kebudayaan</p></div>
<p>Antara manusia dan kebudayaan terjalin hubungan yang sangat erat, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dick Hartoko bahwa manusia menjadi manusia merupakan kebudayaan.<br />
Hampir semua tindakan manusia itu merupakan kebudayaan. Hanya tindakan yang sifatnya naluriah saja yang bukan merupakan kebudayaan, tetapi tindakan demikian prosentasenya sangat kecil. Tindakan yang berupa kebudayaan tersebut dibiasakan dengan cara belajar. Terdapat beberapa proses belajar kebudayaan yaitu proses <span id="more-187"></span>internalisasi, sosialisasi dan enkulturasi.<br />
Selanjutnya hubungan antara manusia dengan kebudayaan juga dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai 1) penganut kebudayaan, 2) pembawa kebudayaan, 3) manipulator kebudayaan, dan 4) pencipta kebudayaan.<br />
Pembentukan kebudayaan dikarenakan manusia dihadapkan pada persoalan yang meminta pemecahan dan penyelesaian. Dalam rangka survive maka manusia harus mampu memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya sehingga manusia melakukan berbagai cara.<br />
Hal yang dilakukan oleh manusia inilah kebudayaan. Kebudayaan yang digunakan manusia dalam menyelesaikan masalah-masalahnya bisa kita sebut sebagai way of life, yang digunakan individu sebagai pedoman dalam bertingkah laku.<br />
++ Manusia Indonesia dan Kebudayaan<br />
Manusia Indonesia dalam hal kebudayaan saat ini mengalami berbagai rintangan dan halangan untuk menerima serbuan kebudayaan asing yang masuk lewat Globalisasi (perluasan cara-cara sosial melalui antar benua). Dalam hal ini teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonedia turut merobah cara kebudayaan Indonesia tersebut baik itu kebudayaan nasional maupun kebudayaan murni yang ada di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini sering terlihat ketidakmampuan manusia di Indonesia untuk beradaptasi dengan baik terhadap kebudayaan asing sehingga melahirkan perilaku yang cenderung ke Barat-baratan (westernisasi). Hal tersebut terlihat dengan seringnya remaja/i Indonesia keluar-masuk pub, diskotik dan tempat hiburan malam lainnya berikut dengan berbagai perilaku menyimpang yang menyertainya dan sering melahirkan komunitas tersendiri terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Dalam hal ini terjadinya berbagai kasus penyimpangan seperti penyalah gunaan zat adiktif, berbagai bentuk kategori pelacuran dan ‘western’ lainnya tak lepas dari ketidak mampuan manusia Indonesia dalam beradaptasi sehingga masih bersikap ‘conform’ dan ‘latah’ terhadap kebudayaan asing yang melenyapkan inovasi dalam beradaptasi dengan budaya asing sehingga melahirkan bentuk akulturasi. Bila dikaji dengan teliti hal tersebut mungkin dikarenakan ciri-ciri manusia Indonesia lama yang masih melekat seperti percaya mitos dan mistik, sikap suka berpura-pura, percaya takhyul yang dimodifikasi, konsumerisme, suka meniru, rendahnya etos kerja dan lain sebagainya bisa jadi mengakibatkan terhambatnya akulturasi (percampuran dua/lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsurnya lebih tampak). Sikap etnosentrime (kecenderungan setiap kelompok untuk percaya begitu saja akan keunggulan/superioritas kebudayaannya sendiri dan sikap senosentrisme (sikap yang lebih menyenangi pandangan/produk asing) merupakan hal selanjutnya yang dapat menghambat terwujudnya kebudayaan nasional untuk kemajuan bangsa dan negara.<br />
Sepertinya, sudah saatnya manusia Indonesia berikut dengan berbagai kebudayaan daerahnya yang ada melakukan suatu bentuk adaptasi yang sifatnya inovasi/pembaruan dengan budaya Barat/asing seperti dalam hal kesenian dimana instrumen musik tradisional dipadukan dengan instrumen modern (alat-alat band dengan teknologi komputernya) maupun perawatan berbagai benda kebudayaan dengan teknologi asing yang ada sehingga akulturasi dapat diwujudkan.<br />
Selain itu, pengaruh media komunikasi seperti Televisi, radio, Internet sangat besar dampaknya dalam hal cara pandang manusia Indonesia terhadap ras. Sinetron-sinetron maupun film yang ditayangkan di Televisi dan bioskop yang memvisualisasikan dan mensosialisasikan gaya hidup ras Caucasoid (orang Eropah) turut mempengaruhi cara pandang manusia Indonesia terhadap budayanya sehingga tidak timbul kesadaran untuk mempelajari tindakan sosial dan sebaliknya. Dalam hal ini manusia Indonesia sepertinya lebih mengagung-agungkan/memuja ras Caucasoid berikut dengan gaya hidupnya dan menjadikannya sebagai kelompok acuan (umumnya oleh kaum perempuan) sehingga secara tak langsung mempengaruhi akal dan intelegensi, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku manusia Indonesia sehingga terkendala dalam memajukan kebudayaannya sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=187&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/manusia-dan-kebudayaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://drajat45freeman.files.wordpress.com/2011/04/wayangorang-7.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Kebudayaan Daerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAKIKAT MANUSIA</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/hakikat-manusia/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/hakikat-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 12:34:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS KULIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang manusia maka satu pertanyaan klasik yang sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan adalah pertanyaan tentang siapakah manusia itu. Banyak teori telah dikemukakan, di antaranya adalah pemikiran dari aliran materialisme, idealisme, realisme klasik, dan teologis. Aliran materialisme mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=184&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="Manusia Sebagai Makhluk Sosial" src="http://www.masternewmedia.org/images/social_software_impact_individual_organizations.jpg" alt="" width="450" height="314" /></p>
<p>Berbicara tentang manusia maka satu pertanyaan klasik yang sampai saat ini belum memperoleh jawaban yang memuaskan adalah pertanyaan tentang siapakah manusia itu. Banyak teori telah dikemukakan, di antaranya adalah pemikiran dari<span id="more-184"></span> aliran materialisme, idealisme, realisme klasik, dan teologis.</p>
<p>Aliran materialisme mempunyai pemikiran bahwa materi atau zat merupakan satu-satunya kenyataan dan semua peristiwa terjadi karena proses material ini, sementara manusia juga dianggap juga ditentukan oleh proses-proses material ini.<br />
Sedangkan aliran idealisme beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian. Aliran realisme klasik beranggapan bahwa jiwa adalah kenyataan yang sebenarnya. Manusia lebih dipandang sebagai makhluk kejiwaan/kerohanian, dan aliran teologis membedakan manusia dari makhluk lain karena hubungannya dengan Tuhan.<br />
Di samping itu, beberapa ahli telah berusaha merekonstruksikan kedudukan manusia di antara makhluk lainnya. Juga berusaha membandingkan manusia dengan makhluk lainnya. Dari hasil perbandingan tersebut ditemukan bahwa semua makhluk mempunyai dorongan yang bersifat naluriah yang termuat dalam gen mereka. Sementara yang membedakan manusia dari makhluk lainnya adalah kemampuan manusia dalam hal pengetahuan dan perasaan. Pengetahuan manusia jauh lebih berkembang daripada pengetahuan makhluk lainnya, sementara melalui perasaan manusia mengembangkan eksistensi kemanusiaannya.</p>
<p>2. Pengertian kebudayaan<br />
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.<br />
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.<br />
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.<br />
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.<br />
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.<br />
A. Unsur-unsur<br />
Ada beberapa pendapat ahli yang mengemukakan mengenai komponen atau unsur kebudayaan, antara lain sebagai berikut:<br />
Melville J. Herskovits menyebutkan kebudayaan memiliki 4 unsur pokok, yaitu:<br />
1. alat-alat teknologi<br />
2. sistem ekonomi<br />
3. keluarga<br />
4. kekuasaan politik<br />
Bronislaw Malinowski mengatakan ada 4 unsur pokok yang meliputi:<br />
1. sistem norma sosial yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan alam sekelilingnya<br />
2. organisasi ekonomi<br />
3. alat-alat dan lembaga-lembaga atau petugas-petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama)<br />
4. organisasi kekuatan (politik)</p>
<p>Wujud dan komponen<br />
1. Wujud<br />
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.<br />
a. Gagasan (Wujud ideal)<br />
Wujud ideal kebudayaan adalah kebudayaan yang berbentuk kumpulan ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan, dan sebagainya yang sifatnya abstrak; tidak dapat diraba atau disentuh. Wujud kebudayaan ini terletak dalam kepala-kepala atau di alam pemikiran warga masyarakat. Jika masyarakat tersebut menyatakan gagasan mereka itu dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan ideal itu berada dalam karangan dan buku-buku hasil karya para penulis warga masyarakat tersebut.<br />
b. Aktivitas (tindakan)<br />
Aktivitas adalah wujud kebudayaan sebagai suatu tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat itu. Wujud ini sering pula disebut dengan sistem sosial. Sistem sosial ini terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang saling berinteraksi, mengadakan kontak, serta bergaul dengan manusia lainnya menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat tata kelakuan. Sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dan dapat diamati dan didokumentasikan.<br />
c. Artefak (karya)<br />
Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret diantara ketiga wujud kebudayaan.<br />
Dalam kenyataan kehidupan bermasyarakat, antara wujud kebudayaan yang satu tidak bisa dipisahkan dari wujud kebudayaan yang lain. Sebagai contoh: wujud kebudayaan ideal mengatur dan memberi arah kepada tindakan (aktivitas) dan karya (artefak) manusia.<br />
2. Komponen<br />
Berdasarkan wujudnya tersebut, kebudayaan dapat digolongkan atas dua komponen utama:</p>
<p>a. Kebudayaan material<br />
Kebudayaan material mengacu pada semua ciptaan masyarakat yang nyata, konkret. Termasuk dalam kebudayaan material ini adalah temuan-temuan yang dihasilkan dari suatu penggalian arkeologi: mangkuk tanah liat, perhisalan, senjata, dan seterusnya. Kebudayaan material juga mencakup barang-barang, seperti televisi, pesawat terbang, stadion olahraga, pakaian, gedung pencakar langit, dan mesin cuci.<br />
b. Kebudayaan nonmaterial<br />
Kebudayaan nonmaterial adalah ciptaan-ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi, misalnya berupa dongeng, cerita rakyat, dan lagu atau tarian tradisional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=184&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/04/03/hakikat-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.masternewmedia.org/images/social_software_impact_individual_organizations.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Manusia Sebagai Makhluk Sosial</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANUSIA &amp; CINTA KASIH</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/03/27/manusia-cinta-kasih/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/03/27/manusia-cinta-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 12:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia. Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan sebagai khalifah di muka bumi. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=182&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam  perjalanan hidup manusia, tidak akan pernah lepas dari yang namanya  cinta. Cinta akan selalu ada dalam suatu dimensi yang namanya manusia.  Manusia dicipta dengan penuh cinta, dan tanpa cinta manusia tak akan  lahir. Manusia diciptakan di jagad bumi mengembangan cinta dari tuhan  sebagai khalifah  di muka bumi. Yang menjadi  pertanyaan besar sekarang ini adalah pemaknaan akan cinta dalam realitas  hidup ini. Apakah cinta dimaknai sebagai sesuatu yang fitrah yang mesti  dijaga ataukah suatu wujud rasa yang mesti diagungkan.<span id="more-182"></span></p>
<p>Ketika  memberikan sebuah defenisi akan cinta, akan lahir beberapa defenisi  yang tentu saja akan berbeda dari segi substansi atau hakikat cinta itu.  Hal ini dikarenakan sudut pandang yang berbeda pula. Semakin tinggi  tingkat pemahaman terhadap suatu norma atau prilaku, akan semakin  kompleks penjabaran defenisi itu.</p>
<p>Pemberian  pemaknaan akan cinta akan senasib dengan pemberian defenisi tadi.  Defenisi yang akan mengantarkan pada suatu substansi kadang dikaburkan  oleh ego bahkan nafsu seseorang. Pemaknaan yang salah sebagai sebuah  aktualisasi dari cinta seperti pacaran akan mengantarkan pada suatu  upaya untuk mendeskreditkan cinta yang luhur sebagai fitrah kemanusiaan.  Disamping itu, pemaknaan akan cinta dengan rasa suka harus berani  dibedakan. Cinta adalah fitrah yang sifatnya abstrak sehingga  perwujudannya berada dalam area metafisik (<em>inmaterial</em>). Sedangkan rasa suka, adalah wujud rasa ketertarikan kepada hal yang bersifat materi.</p>
<p>Pada  tulisan ini, penulis coba hadirkan pendefenisian akan cinta dan arah  cinta yang sebenarnya. Penulis memberanikan diri memberikan paradigma  baru atau sedikit lain dari paradigma ortodok yang selama ini mencecoki  ruang nalar manusia dengan sudut pandang ideologis (perspektif islam).  Karya ini merupakan hasil konklusi dari berbagai literature dan  buku-buku yang mengkonstruk tulisan ini.</p>
<p><strong></strong><strong>Pengertian Cinta Kasih</strong></p>
<p>Pendefenisian  dalam perspektif terminology (bahasa), cinta kasih dapat diuaraikan  Cinta kasih adalah kata majemuk yang telah merupakan ungkapan tetap yang  berupa paduan antara kata sifat yang terdiri dari kata “cinta” dan  “kasih”. Cinta akan diartikan sebagai rasa rindu, ingin, sangat suka,  sangat saying, sangat kasih dan tertarik hatinya. Sedangkan kasih  diartikan sebagai perasaan saying, cinta, atau suka kepada.</p>
<p>Dari  kata cinta kasih ini, lahir pula beberapa padanan kata yang hampir  semakna. Sebut misalnya, “kasih sayang”, “belas kasihan”, “kemesraan”  dan “pemujaan”. Cinta kasih merupakan inti dari keberadaan manusia ( the  core of existence ). Dalam konteks lain, cinta kasih mengandung makna  yang lain, seperti “jatuh cinta”, “dilamun asmara”, “cinta orang tua  kepada anak atau sebaliknya”, “cinta pada alam dan seni”, “cinta kepada  negara”, “cinta sesama manusia” dan yang lebih tinggi “cinta kepada  Allah Swt.”.</p>
<p>Semua  istilah tersebut di atas tidak sama, akan tetapi merupakan  variasi-variasi dari sekian banyak istilah. Istilah-istilah ini  merupakan padanan yang sangat memiliki arti yang mengarah pada satu  pemaknaan yang utuh. Sehingga melahirkan tingkatan-tingkatan cinta.  Realitas yang tersaji sekarang dihadapan kita (kondisi internal dan  eksternal masing-masing individu) sangat memungkinkan memberikan  tingkatan pada cinta itu. Sehingga lahir ‘cinta kasih yang rendah’,  ‘cintah kasih yang menengah’, dan ‘cinta kasih yang tinggi dan luhur’.</p>
<p>Tingkatan  cinta ini bisa saja lahir karena factor pemahaman atau tingkat  intelegensi seseorang atau bahkan tingkat keimanan dan ketakwaan  seseorang. Manusia dalam hal ini insan pecinta, tidak selamanya akan  berada dalam tingkatan cinta tersebut. Cinta kasih yang rendah yang  hanya sekedar menganggap cinta adalah sebuah rasa yang mesti  diekspresikan seketika yang tanpa control dan nilai (absurd). Pecinta  seperti ini cenderung melakukan aktivitas yang menamakan cinta namun  bukan sebenarnya cinta. Tidak diperlukan control dalam penjabarannya  bahkan cinta yang dimaksudkan memiliki nilai tapi seyogyanya tidak ada  nilai kecuali ego dan nafsu semata yang bermain di dalamnya.</p>
<p>Cinta  menengah lahir dikarenakan adanya paradigma bahwa cinta memiliki nilai  namun tidak ada control maupun norma yang mengatur aplikasi. Pecinta  seperti ini cenderung apatis bahkan boleh dikatakan manusia pragmatis.  Nilai dimaknai sekedar pemenuhan hasrat dan rasa. Cinta ini tak bisa  lagi dibedakan dengan nafsu. Pecinta ini melahirkan prilaku pacaran, dan  sejenisnya. Penilaian akan cinta hanya sekedar sebagai rasa yang mesti  diwujudkan. Kalaupun ada control yang bermain, disana hanya berupa  rasionalisasi (hasil pemikiran) yang mengedapankan ego (<em>egosentris</em> ; tak semestinya juga ego diabaikan). Norma yang dianggap sebagai  control hanya norma masyarakat. Selama tidak ada yang diganggu dan  dirugikan, dan tak melewati batas kemanusiaan akan tetap dijalaninya.</p>
<p>Penggambaran  akan aktualisasi cinta seperti di atas sudah sangat jauh dari fungsi  dan peran manusia sebagai abdi sekaligus khalifah di muka bumi. Cinta  rendah tak ubahnya seperti binatang (tidak adanya peran akal yang  bermain dalam tataran prilaku), sedangkan pecinta tipe kedua memeliki  pribadi ganda (split personality). Lalu bagaimana aktualisasi cinta yang  sebenarnya yang luhur dan memiliki derajat yang tinggi? Kita akan  uraikan pada penjabaran selanjutnya.</p>
<p>Dalam perspektif peradaban Yunani, cinta dibagi dalam tiga jenis. Ketiga jenis itu adalah;</p>
<p>1)          Cinta Egape, ialah cinta manusia kepada Tuhan yang diwujudkan dengan komunukasi ritual (vertical/horizontal).</p>
<p>2)          Cinta Philia, ialah cinta kepada ayah-ibu (orang tua), keluarga, saudara, sahabat, dan sesama manusia.</p>
<p>3)          Cinta Eros / Amos, ialah cinta antara pria dan wanita (suami dan istri).</p>
<p>Cinta  kasih tidak hanya sekedar cinta belaka, akan tetapi cinta kasih itu  timbul dari lubuk hati manusia yang sifatnya kekal dan tak akan pernah  berubah. Dengan cinta kasih ini, manusia akan selalu berbahagia dan  menderita di dalam hidupnya. Cinta sebagai keperluan fundemantal memang  tidak mudah diterangkan atau didefenisikan.</p>
<p>Mengacu  pada perspektif sekarang, yaitu dalam hubungan cinta kasih yang timbul  antara dua jenis manusia yang berbeda kelamin dapat dibedakan dalam  empat macam pertumbuhan cinta, yaitu :</p>
<p>a.           Cinta kasih karena kebiasaan</p>
<p>Adalah  cinta yang diperoleh berdasarkan tradisi masyarakat yang dibiasakan,  seperti menikahkan anak-anak yang sebelumnya tidak saling kenal dan  cinta tumbuh karena ikatan sudah ada.</p>
<p>b.          Cinta kasih karena penglihatan</p>
<p>Adalah cinta yang tumbuh karena penglihatan, seperti kata pepatah :</p>
<p><em>Darimana datangnya linta</em></p>
<p><em>Dari sawah turun ke kali</em></p>
<p><em>Darimana datangnya cinta</em></p>
<p><em>Dari mata turun ke hati</em></p>
<p>Manusia sebagai makhluk social mempunyai kodrat terbaik pada suatu obyek yang dipandang indah, cantik, menarik, dan lain-lain.</p>
<p>c.           Cinta kasih karena kepercayaan</p>
<p>Adalah  cinta kasih yang lahir dari kepercayaan atau keyakinan. Hubungan untuk  memadu cinta kasih biasanya diperlukan waktu yang cukup lama untuk  saling menyelidiki karakter, dan saling memupuk cinta kasih.</p>
<p>d.          Cinta kasih karena angan-angan</p>
<p>Adalah cinta yang lahir dari pengaruh angan-angan atau khayal saja, cinta yang penuh fantasi.</p>
<p>Menurut  teori, cinta adalah sikap dasar untuk memperhatikan kepuasan dan  ketentraman serta perkembangan orang yang kita cintai. Prakteknya, cinta  berarti bersedia melepas kesenangan, mengabadikan waktu, bahkan  mengorbankan ketentraman kita demi peningkatan kepuasan, ketentraman,  dan perkembangan orang lain. Namun, menerangkan anatomi cinta sangat  sulit.</p>
<p>Menurut <strong>Erich From</strong>,  cinta merupakan tindakan aktif (bukan pasif). Berdiri di dalam cinta  (bukan jatuh di dalamnya), memberi (bukan menerima). Sedang <strong>R.M. Rilke</strong>, cinta merupakan dorongan luhur<strong> </strong>bagi  seseorang untuk menuju kematangan, untuk menjadi sesuatu dalam dirinya  sendiri maupun orang lain. Kita akan coba sajikan beberapa unsur-unsur  cinta.</p>
<p>1)      Kasih Sayang</p>
<p>Menurut <strong>Mery Lutyens</strong>,  bahwa kasih saying adalah factual, bukan sentimental yang mengandung  emosional yang dapat ditangisi kepergiannya maupun kedatangannya.  Memiliki kasih sayang berarti memiliki simpatik, ia bebas dari rasa  takut, paksaan dan kewibawaan serta tindakan akal budi pada diri  sendiri. Dalam kasih saying, sadar atau tidak sadar dari masing-masing  pihak dituntut “tanggung jawab”, “pengorbanan”, “kejujuran”,  “pengertian”, dan “keterbukaan” sehingga keduanya merupakan kesatuan  yang bulat dan utuh.</p>
<p>2)      Kemesraan</p>
<p>Menurut <strong>Suryadi</strong>,  bahwa kemesraan berasal dari kata “mesra” yang artinya simpati yang  akrab. Kemesraan adalah hubungan akrab antara setiap individu.</p>
<p>3)      Belas Kasih</p>
<p>Belas  kasih adalah hati yang iba dan rasa saying atau cinta kepada sesuatu  atau seseorang. Arti lain yakni mengucapkan syukur, maksudnya merupakan  pemberian itu menyentuh rasa kebutuhan seseorang yang diberi. Dalam  menumpahkan belas kasihan, benar-benar harus keluar dari hati yang  ikhlas, tidak terkandung unsure pamrih. Maksudnya, yang berbelas kasihan  dapat merasakan penderitaan orang yang dibelas kasihi. Karena kita  sekarang berada pada kemanusiaan dan kesadaran hokum yang menjadi nilai  universal, maka setiap permasalahan harus didekati secara professional.</p>
<p>4)      Pemujaan dan Pemujian</p>
<p>Pemujaan  merupakan bentuk penghormatan seseorang kepada sesuatu yang tentu akan  melahirkan pujian sebagai bentuk apresiasi bahkan boleh dikatakan  sebagai bagian dari penghormatan itu sendiri. Di dalamnya, ada makna  ketakjuban dan penghargaan atas segala kebaikan dan kelebihan.</p>
<p>Memanifestikan  cinta banyak sekali ragamnya, salah satunya dengan melalui lambang.  Lambang dalam hal ini merupakan sebuah bentuk media dalam mengungkapkan  rasa cinta itu. Lambing dapat berupa bahasa, seperti cerita, pantun,  syair, puisi, dan lain-lain. Dapat berupa gerak, seperti tari. Dapat  berupa suara atau bunyi, seperti lagu dan musik. Dapat berupa warna dan  rupa, seperti lukisan, hiasan, bangunan, dan lain-lain. Tapi perlu  dipahami, lambang yang disebutkan di atas maupun jenis lambang yang lain  bukan merupakan objek cinta (yang oerlu dicurahkan rasa cinta), akan  tetapi lambang-lambang tersebut adalah jalan atau cara ba</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=182&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/03/27/manusia-cinta-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Uraian Singkat bidang ilmu yang mendasari dari ilmu sosial dasar, ilmu budaya dasar dan ilmu alamiah dasar</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/01/09/uraian-singkat-bidang-ilmu-yang-mendasari-dari-ilmu-sosial-dasar-ilmu-budaya-dasar-dan-ilmu-alamiah-dasar/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/01/09/uraian-singkat-bidang-ilmu-yang-mendasari-dari-ilmu-sosial-dasar-ilmu-budaya-dasar-dan-ilmu-alamiah-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 00:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=180&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR </strong></p>
<p><strong><br />
Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum  ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam,  ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum  disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini  yang mendasari<span id="more-180"></span> pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan  Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh  mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama,  Pancasila, dan Kewiraan. Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan  suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi  atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan  pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang  konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang  terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat  memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya.  Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki  kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=180&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/01/09/uraian-singkat-bidang-ilmu-yang-mendasari-dari-ilmu-sosial-dasar-ilmu-budaya-dasar-dan-ilmu-alamiah-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ilmu Sosial Dasar</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/01/09/ilmu-sosial-dasar/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/01/09/ilmu-sosial-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Jan 2011 00:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[Hakekat Dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya. Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk melengkapi gejala-gejala sosial agar daya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=178&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hakekat Dan Ruang Lingkup Ilmu Sosial Budaya Dasar<br />
Ilmu Sosial Dasar (ISD) membicarakan hubungan timbal balik antara  manusia dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat diwujudkan kenyataan  sosial dan kenyataan sosial inilah yang menjadi titik perhatiannya.  Dengan Demikian Ilmu Sosial Dasar memberikan pengetahuan umum dan  pengetahuan dasar tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk  melengkapi gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi, dan  penalaran kita dalam menghadapi<span id="more-178"></span> lingkungan sosial.  Ilmu sosial bukanlah  suatu bidang keahlian ilmu-ilmu sosial tertentu, seperti politik,  antropologi dan sebagainya, tetapi menggunakan pengertian-pengertian  berasal dari berbagai bidang ilmu sosial seperti ilmu politik,  sosiologi, sejarah dan sebagainya.</p>
<p>RUANG LINGKUP</p>
<p>Materi Ilmu Sosial Dasar terdiri atas masalah-masalah sosial. Untuk  dapat menelaah masalah-masalah sosial, hendaknya terlebih dahulu kita  dapat mengindentifikasi kenyataan-kenyataan sosial dan memahami sejumlah  konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian bahan pelajaran Ilmu  Sosial Dasar dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu :</p>
<p>1.   Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat, yang secara bersama-sama merupakan masalah sosial tertentu.<br />
2.    Konsep-konsep sosial atau pengertian-pengertian tentang  kenyataan-kenyataan sosial dibatasi pada konsep dasar atau elementer  saja yang sangat diperlukan untuk mempelajari masalah-masalah sosial  yang dibahas dalam Ilmu Pengetahuan Sosial.<br />
3.    Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat, biasanya  terlibat dalam berbagai kenyataan-kenyataan sosial yang antara satu  dengan lainnya saling berkaitan</p>
<p>Ilmu Sosial Budaya Dasar Sebagai Mata Kuliah Berkehidupan Masyarakat<br />
Di dalam kurikulum, ISBD termasuk dalam kelompok Mata kuliah  Berkehidupan dan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian yang  diperlukan untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai  dengan pilihan keahlian dalam berkarya. ISBD sebagai Mata kuliah  Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) mempunyai tema pokok, yaitu hubungan  timbal balik antara manusia dengan lingkungannya.</p>
<p>Ilmu sosial dasar sebagai mata kuliah berkehidupan masyarakat meliputi :<br />
1.     Kewiraan<br />
2.     Agama<br />
3.     Pancasila<br />
4.     Ilmu alamiah dasar<br />
5.     Ilmu sosial dasar<br />
6.     Ilmu budaya dasar</p>
<p>Pengertian, Tujuan, ISD dan BD</p>
<p>Pengertian ISD</p>
<p>Ilmu sosial dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah masalah  sosial khususnya yang diwujudkan oleh masyarakat Indonesia dengan  menggunakan pengertian pengertian (fakta, konsep teori) yang berasal  dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu ilmu  sosial seperti: Sejarah, ekonomi, geografi sosial. Sosiologi,  antropologi, psikologi sosial.</p>
<p>Ilmu sosial dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu sosial dasar yang  dipadukan, karena ilmu sosial dasar tidak memiliki objek dan metode  ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penilitian  sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu-ilmu sosial diatas.Ilmu  sosial dasar merupakan suau bahan studi atau program pekerjaan yang  khusus dirancang untuk kepentingan atau pengerjaan yang di Indonesia  diberikan di perguruan tinggi.</p>
<p>Tujuan ISD</p>
<p>a)    Membantu perkembangan wawasan pemikiran dan kepribadian agar memperoleh    wawasan yang lebih luas.<br />
b)   Memahami dan menyadari kenyataan-kenyataan sosial dan masalah yang ada didalam masyarakat.<br />
c)    Peka terhadap masalah sosial dan tanggap untuk ikutserta dalam usaha menanggulanginya.<br />
d)   Menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat  selalu bersifat kompleks dan hanya mendekatinya dan mempelajarinya  secara kritis dan interdisipliner.</p>
<p>Pengertian Ilmu Budaya Dasar (IBD)</p>
<p>Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang termasuk dalam pengetahuan budaya,  mengkaji masalah-masalah manusia kemanusiaan dan kebudayaan.</p>
<p>Tujuan IBD</p>
<p>Mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran dan kemampuan kritikal terhadap masalah budaya.</p>
<p>Perbedaan antara ISD &amp; IBD</p>
<p>Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum  ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam,  ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum  disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini  yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan  Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh  mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama,  Pancasila, dan Kewiraan.</p>
<p>Mata kuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu  tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner.  Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan  pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan  untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan  demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang  tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang  dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam  menerapkan ilmunya di masyarakat.</p>
<p>Sedangkan Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat  memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep  yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.</p>
<p>ISBD sebagai alternative pemecahan masalah sosial budaya</p>
<p>ISBD sebagai integerasi dari ISD dan IBD memberikan dasar-dasar  pengetahuan social dan konsep-konsep budaya kepada mahasiswa, sehingga  mampu mengkaji masalah social, kemanusiaan, dan budaya, sehingga  diharapkan mahasiswa peka, tanggap, dan kritis serta berempati atas  solusi pemecahan masalah social dan budaya secara arif serta bijaksana.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=178&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2011/01/09/ilmu-sosial-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Materi Ilmu Sosial Dasar</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2010/11/14/materi-ilmu-sosial-dasar/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2010/11/14/materi-ilmu-sosial-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Nov 2010 12:00:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[Ilmu Sosial Dasar ILMU PENGETAHUAN Pengetahuan diperoleh karena ada rangsangan pada diri manusia untuk mengetahui sesuatu dalam rangka mempertahankan hidupnya. Pengetahuan ada yang umum dan ada yang khusus. Pengetahuan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara pengetahuan dengan objeknya. Pengetahuan menjadi ilmiah karena adanya keinginan yang mendalam untuk menyelidiki sesuatu yang ingin kita ketahui dengan menggunakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=175&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ilmu Sosial Dasar</strong><strong></strong></p>
<p>ILMU PENGETAHUAN</p>
<p>Pengetahuan diperoleh karena ada rangsangan pada diri manusia untuk mengetahui sesuatu dalam rangka mempertahankan hidupnya. Pengetahuan ada yang umum dan ada yang khusus. Pengetahuan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara pengetahuan dengan objeknya. <span id="more-175"></span>Pengetahuan menjadi ilmiah karena adanya keinginan yang mendalam untuk menyelidiki sesuatu yang ingin kita ketahui dengan menggunakan metode tertentu, dan itulah yang kemudian disebut ilmu pengetahuan. Penelitian untuk menyelidiki kebenaran ilmiah dapat dilakukan melalui pendekatan induktif maupun deduktif. Ilmu pengetahuan dikembangkan bukan hanya untuk ilmu pengetahuan itu sendiri, tetapi juga karena adanya kepentingan-kepentingan di dalamnya. Apa pun kepentingannya, ilmu pengetahuan seharusnya dikembangkan untuk meningkatkan harkat dan kesejahteraan manusia.</p>
<p>ILMU BUDAYA DASAR, ILMU ALAMIAH DASAR, DAN ILMU SOSIAL DASAR</p>
<p>Ilmu pengetahuan dapat dikelompokan melalui beberapa cara. Secara umum ilmu pengetahuan dikelompokan menjadi tiga yaitu ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan ilmu pengetahuan budaya atau lebih umum disebut ilmu pengetahuan humaniora. Pengelompokan ilmu pengetahuan ini yang mendasari pengembangan Ilmu Alamiah Dasar, Ilmu Sosial Dasar, dan Ilmu Budaya Dasar sebagai matakuliah dasar umum yang wajib diambil oleh mahasiswa di samping matakuliah dasar umum lainnya seperti Agama, Pancasila, dan Kewiraan. Matakuliah Ilmu Sosial Dasar bukanlah merupakan suatu disiplin ilmu tetapi lebih merupakan kajian yang sifatnya multi atau interdisipliner. Ilmu Sosial Dasar diajarkan untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum kepada mahasiswa tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji gejala-gejala sosial yang terjadi di sekitamya. Dengan demikian, diharapkan mahasiswa dapat memiliki kepekaan sosial yang tinggi terhadap lingkungan sosialnya. Dengan kepekaan sosial yang dimilikinya, mahasiswa diharapkan memiliki kepedulian sosial dalam menerapkan ilmunya di masyarakat.</p>
<p>ILMU PENGETAHUAN DAN PEMANFAATANNYA</p>
<p>Ilmu pengetahuan dikembangkan untuk meningkatkan harkat hidup manusia, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Masalahnya, manusia sering memiliki rasa serakah, sehingga ilmu pengetahuan tidak jarang digunakan untuk memenuhi kepentingannya sendiri walaupun dengan cara mengorbankan orang lain. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya penyalahgunaan ilmu pengetahuan. Karena itulah ilmu pengetahuan harus memiliki etika atau kode etik ilmu pengetahuan. Dalam mempelajari etika ilmu pengetahuan, masalah yang menjadi perhatian utama adalah masalah utilitarisme. Utilitarisme adalah nilai praktis kegunaan ilmu pengetahuan. Dalam konteks utilitarisme, ilmu pengetahuan harus dikembangkan dalam rangka memberikan kebahagiaan dan kesejehteraan semua manusia. Dari situlah perlu ada rasa keadilan dalam penerapan ilmu pengetahuan.<br />
INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN</p>
<p>KONSEP INDIVIDU DAN KONSEP KELUARGA</p>
<p>Individu sebagai manusia perseorangan pada dasarnya dibentuk oleh tiga aspek yaitu aspek organis jasmaniah, psikis rohaniah, dan sosial. Dalam perkembangannya menjadi ‘manusia’, sebagaimana diistilahkan oleh Dick Hartoko, individu tersebut menjalani sejumlah bentuk sosialisasi. Sosialisasi inilah yang membantu individu mengembangkan ketiga aspeknya tersebut.</p>
<p>Salah satu bentuk sosialisasi adalah pola pengasuhan anak di dalam keluarga, mengingat salah satu fungsi keluarga adalah sebagai media transmisi atas nilai, norma dan simbol yang dianut masyarakat kepada anggotanya yang baru. Di masyarakat terdapat berbagai bentuk keluarga di mana dalam proses pengorganisasiannya mempunyai latar belakang maksud dan tujuannya sendiri. Pranata keluarga ini bukanlah merupakan fenomena yang tetap melainkan sebuah fenomena yang berubah, karena di dalam pranata keluarga ini terjadi sejumlah krisis. Krisis tersebut oleh sebagian kalangan dikhawatirkan akan meruntuhkan pranata keluarga ini. Akan tetapi bagi kalangan yang lain apa pun krisis yang terjadi, pranata keluarga ini akan tetap survive.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>KONSEP MASYARAKAT DAN KONSEP KEBUDAYAAN</p>
<p>Masyarakat adalah sekumpulan individu yang mengadakan kesepakatan bersama untuk secara bersama-sama mengelola kehidupan. Terdapat berbagai alasan mengapa individu-individu tersebut mengadakan kesepakatan untuk membentuk kehidupan bersama. Alasan-alasan tersebut meliputi alasan biologis, psikologis, dan sosial. Pembentukan kehidupan bersama itu sendiri melalui beberapa tahapan yaitu interaksi, adaptasi, pengorganisasian tingkah laku, dan terbentuknya perasaan kelompok. Setelah melewati tahapan tersebut, maka terbentuklah apa yang dinamakan masyarakat yang bentuknya antara lain adalah masyarakat pemburu dan peramu, peternak, holtikultura, petani, dan industri. Di dalam tubuh masyarakat itu sendiri terdapat unsur-unsur persekutuan sosial, pengendalian sosial, media sosial, dan ukuran sosial. Pengendalian sosial di dalam masyarakat dilakukan melalui beberapa cara yang pada dasarnya bertujuan untuk mengontrol tingkah laku warga masyarakat agar tidak menyeleweng dari apa yang telah disepakati bersama. Walupun demikian, tidak berarti bahwa apa yang telah disepakati bersama tersebut tidak pernah berubah. Elemen-elemen di dalam tubuh masyarakat selalu berubah di mana cakupannya bisa bersifat mikro maupun makro.</p>
<p>Apa yang menjadi kesepakatan bersama warga masyarakat adalah kebudayaan, yang antara lain diartikan sebagai pola-pola kehidupan di dalam komunitas. Kebudayaan di sini dimengerti sebagai fenomena yang dapat diamati yang wujud kebudayaannya adalah sebagai suatu sistem sosial yang terdiri dari serangkaian tindakan yang berpola yang bertujuan untuk memenuhi keperluan hidup. Serangkaian tindakan berpola atau kebudayaan dimiliki individu melalui proses belajar yang terdiri dari proses internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.</p>
<p>HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN</p>
<p>Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.</p>
<p>Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.<br />
<strong>KEPENDUDUKAN, GENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN </strong><strong></strong></p>
<p>PENGERTIAN DAN KAJIAN KEPENDUDUKAN</p>
<p>Ilmu yang mempelajari masalah kependudukan adalah demografi.Istilah ini pertama kali digunakan oleh Achille Guillard. Demografi sebagai suatu ilmu telah muncul sejak abad ke-17.</p>
<p>John Graunt seorang pedagang di London, yang melakukan analisis data kelahiran dan kematian, migrasi dan perkawinan dalam hubungannya dengan proses penduduk dianggap sebagai Bapak Demografi.</p>
<p>Jumlah penduduk dapat meningkat, stabil atau menurun. Indikator dari perubahan penduduk ini adalah tingkat kelahiran, kematian dan migrasi.</p>
<p>Komposisi penduduk merupakan suatu konsep yang mengacu pada susunan penduduk menurut kriteria tertentu, seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, suku bangsa, dan pendidikan.</p>
<p>Data mengenai struktur penduduk yang disajikan secara grafis disebut piramida penduduk (population pyramid).</p>
<p>Kebijaksanaan kependudukan berhubungan dengan keputusan pemerintah.</p>
<p>Dengan mempengaruhi kelahiran, kematian, dan persebaran penduduk, pemerintah memiliki strategi yang dianggap baik untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.</p>
<p>Di luar kebijaksanaan persebaran penduduk atau migrasi, secara garis besar, kebijaksanaan kependudukan terbagi menjadi dua bagian, yaitu kebijaksanaan pronatal dan kebijaksanaan antinatal.</p>
<p>Karakteristik angkatan kerja tidak terlepas dari pengaruh ketiga variabel utama kependudukan (kelahiran, kematian, dan migrasi). Kehidupan sosial suatu negara dapat digambarkan jika kita mengetahui komposisi lapangan pekerjaan dari angkatan kerjanya.</p>
<p>Antara kekuatan-kekuatan ekonomi dan kekuatan-kekuatan demografi ada hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi.<br />
GENERASI, REGENERASI, DAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN</p>
<p>Generasi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu masa di mana kelompok manusia pada masa tersebut mempunyai keunikan yang dapat memberi ciri pada dirinya dan pada perubahan sejarah atau zaman.</p>
<p>Menurut Notosusanto, pengertian generasi itu sendiri sebenarnya lebih berlaku untuk kelompok inti yang menjadi panutan masyarakat zamannya, yang dalam suatu situasi sosial dianggap sebagai pimpinan atau paling tidak penggaris pola zamannya (pattern setter).</p>
<p>Di Indonesia, dianggap telah ada empat generasi, yaitu generasi ‘20-an, generasi ’45, generasi ’66, dan generasi reformasi (’98).</p>
<p>Suatu generasi harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pada zamannya, melaksanakan pembangunan dengan sumber daya yang ada dan akan ada, serta menjaga keberlangsungan dan keberlanjutan dari pembangunan dan sumber daya-sumber daya tersebut.</p>
<p>Untuk itu diperlukan adanya suatu sistem dan mekanisme pembangunan dalam keseluruhan yang melibatkan semua pihak, baik aparatur, peraturan, pengawas, maupun rakyatnya (grass-root).</p>
<p>Selain itu, diperlukan juga kajian-kajian sosial seperti ekonomi, kependudukan (demografi) dan ekologi untuk pendukungnya.</p>
<p>Cara pandang kita terhadap pengertian generasi, baik dari sisi terminologi maupun fakta dan persepsinya tidak dapat dilakukan dengan terlalu sederhana.</p>
<p>Dari generasi ke generasi selalu memunculkan permasalahan yang khusus dan pola penyelesaiannya akan khas pula tergantung faktor manusia dan kondisi yang ada pada zamannya.</p>
<p>Masing-masing generasi mencoba menjawab tantangan yang khas pada masanya dan seharusnyalah dipandang secara holistik (menyeluruh) untuk mempelajari dan mengkajinya.</p>
<p>Pemahaman tentang sejarah dan wawasan yang luas sangat mempengaruhi tantang penilaian dan persepsi terhadap keberadaan suatu generasi dan masyarakat secara keseluruhan.</p>
<p>Bila kita kaitkan antara generasi dengan pembangunan, maka keberadaan generasi tidak akan terlepas dari karakter dan ciri-ciri penduduk suatu bangsa beserta kondisinya.</p>
<p>Masalah penduduk yang meliputi jumlah, komposisi, persebaran, perubahan, pertumbuhan dan ciri-ciri penduduk berkaitan langsung dengan perhitungan-perhitungan pembangunan, baik konsep, tujuan maupun strategi pembangunan suatu bangsa.</p>
<p>Penduduk suatu bangsa dapat merupakan modal yang sangat penting bagi pembangunan (sumber daya), tetapi jika tidak dipelajari dan disesuaikan akan dapat menjadi faktor penghambat yang cukup penting pula.</p>
<p>Masing-masing negara mempunyai kebijakan regenerasi yang berbeda dalam menangani masalah penduduk dan dalam melakukan kaderisasi.</p>
<p>Pembangunan yang ideal ialah pembangunan yang harus disikapi dengan arif, cermat dan dengan konsep yang berkelanjutan (sustainable development), disesuaikan dengan kondisi dan karakter bangsa itu sendiri.</p>
<p>Sumber Buku Ilmu Sosial Dasar Karya Effendi Wahyono dkk</p>
<p>DIarsipkan di bawah: <a title="Lihat seluruh tulisan dalam MKDU" href="http://id.wordpress.com/tag/mkdu/">MKDU</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=175&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2010/11/14/materi-ilmu-sosial-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Teknologi Informasi Terhadap Psikologi</title>
		<link>http://drajat45freeman.wordpress.com/2010/10/28/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-psikologi/</link>
		<comments>http://drajat45freeman.wordpress.com/2010/10/28/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-psikologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Oct 2010 13:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kang Drajat</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Campus Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[TUGAS KULIAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://drajat45freeman.wordpress.com/?p=168</guid>
		<description><![CDATA[Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Psikologi contohnya dalam Situs jejaring sosial atau social networking memang sedang marak akhir-akhir ini. Facebook sebagai salah satu leader dalam social networking dunia saat ini mulai banyak dipertimbangkan keberadaannya, terutama oleh perusahaan-perusahaan dan perkantoran. Tidak dapat dipungkiri, dominasi akses Internet harian di Indonesia masih didominasi akses publik, entah ditu dari tempat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=168&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Psikologi contohnya dalam Situs jejaring sosial atau social networking memang  sedang marak akhir-akhir ini. Facebook sebagai salah  satu leader dalam social networking dunia saat ini  mulai banyak dipertimbangkan keberadaannya, terutama  <span id="more-168"></span>oleh perusahaan-perusahaan dan perkantoran.</p>
<p>Tidak dapat dipungkiri, dominasi akses Internet  harian di Indonesia masih didominasi akses publik,  entah ditu dari tempat kerja, kampus ataupun  pusat-pusat keramaian yang telah banyak menyediakan  akses hotspot. Itulah mengapa load tertinggi akses  Internet di Indonesia terjadi justru pada hari-hari  kerja. Hal ini tentunya mengundang pemikiran dari  berbagai pihak, baik perusahaan maupun perkantoran  terkait dengan produktifitas kerja karyawannya. Hal ini  sangat wajar, mengingat Facebook ataupun situs jejaring  sosial lainnya telah mendatangkan satu euphoria  tersendiri bagi masyarakat, terutama dalam hal relasi  dan konektivitas harian. Yang paling menyenangkan  adalah dengan jasa Facebook ini, user yang dapat  menemukan kembali teman-teman lamanya dengan berbagai  opsi komunikasi yang ditawarkan. Selain itu Facebook  juga masih menawarkan berbagai feature menarik yang  dapat kita pakai untuk menyapa atau bermain dengan  teman-teman kita. Hal-hal inilah yang memicu  kekhawatiran banyak pihak, karena dengan banyaknya  feature komunikasi yang ditawarkan, dikhawatirkan akan  membuat usernya lupa waktu dan pekerjaannya. Itulah  mengapa mulai banyak perusahaan yang berusaha menutup  akses situs jejaring sosial ini di area  perkantorannya.</p>
<p>Tapi sebenarnya jika dilihat  dari sisi lain, sebenarnya banyak juga manfaat yang  bisa didapat dari situs jejaring sosial semacam  Facebook ini bagi pekerjaan. Hal ini khususnya terkait  dengan pekerjaan yang membutuhkan konektivitas dan  relasi yang luas dengan ’dunia luar’,  seperti marketing, public relation bahkan para pemilik  usaha sekalipun. Mengapa bisa demikian? Karena jika  Facebook dapat dimanfaatkan dengan baik, maka situs  social networking ini akan banyak memberikan manfaat  dalam hal promosi dan publikasi suatu bisnis. Banyak  beragam komunitas yang berkembang dalam situs jejaring  sosial ini, beragam informasi dan  pemberitaan pun kini bisa kita dapatkan dari komunitas  ini. Semua itu tentunya belum termasuk aspek relasional  yang menyertainya.</p>
<p>Hal serupa telah  dicontohkan lebih dahulu oleh Telkom Bandung sebulan  yang lalu dengan mewajibkan semua karyawannya untuk  memiliki account Facebook dan blog. Menurut mereka, hal  ini sangat penting untuk product knowledge karyawannya.  Telkom menganggap Facebook dan budaya blogging yang  saat ini sedang marak berkembang sangat penting untuk  diketahui seluruh karyawannya sebagai salah satu  senjata memasarkan produk-produk mereka.</p>
<p>Jadi, jika bisa dimanfaatkan dengan lebih bijaksana,  sebenarnya banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari  situs jejaring sosial seperti Facebook ini. Aspek  komunikasi, relasional hingga pemberitaan dan informasi bisa kita  dapatkan dari social networking ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/drajat45freeman.wordpress.com/168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/drajat45freeman.wordpress.com/168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=drajat45freeman.wordpress.com&amp;blog=9408411&amp;post=168&amp;subd=drajat45freeman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://drajat45freeman.wordpress.com/2010/10/28/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-psikologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6f6b28b194596f146add1f75fc24b35?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">drajat45</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
